Bintang Keperawatan UMB: Deretan Mahasiswa Berprestasi Bersinar di Yudisium FIKES 2025

Bengkulu, 24 Mei 2025 – Momentum yudisium bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi ajang apresiasi atas perjuangan dan pencapaian mahasiswa. Dalam acara Yudisium Periode Mei 2025, Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu memberikan penghargaan khusus kepada mahasiswa-mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama prodi dalam berbagai kompetisi tingkat regional hingga nasional sepanjang periode November 2024 hingga Mei 2025. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan fakultas sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi, semangat, dan pencapaian luar biasa yang diraih oleh para mahasiswa. Berikut adalah deretan mahasiswa berprestasi yang mendapatkan penghargaan: Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan fakultas menyampaikan bahwa prestasi ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa keperawatan tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kapasitas luar biasa dalam bidang non-akademik seperti seni, kepemimpinan, dan kreativitas. “Kami sangat bangga dengan pencapaian mahasiswa-mahasiswa hebat ini. Mereka adalah teladan bagi adik tingkat dan bukti bahwa mahasiswa keperawatan mampu bersinar di berbagai bidang,” ujar Dekan FIKES, Dr. Eva Oktavidiati, M.Si dalam momen penghargaan. Prestasi para mahasiswa ini tidak hanya membanggakan Program Studi Ilmu Keperawatan, tetapi juga memperkuat citra Universitas Muhammadiyah Bengkulu sebagai institusi pendidikan yang mendukung pengembangan holistik mahasiswa. Dengan apresiasi ini, diharapkan akan semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk terus berprestasi dan berkontribusi secara positif bagi masyarakat.
Dari Latihan Konsisten hingga Panggung Yudisium & Wisuda, Mahasiswa Keperawatan Tampil Menginspirasi Lewat Seni

Dalam momen penuh haru dan kebanggaan pada acara Yudisium Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dan Wisuda Universitas Muhammadiyah Bengkulu periode Mei 2025, para mahasiswa Ilmu Keperawatan tampil mencuri perhatian. Tak hanya unggul dalam prestasi akademik dan keterampilan klinis, mereka juga menunjukkan kemampuan luar biasa dalam bidang seni—membuktikan bahwa insan keperawatan juga bisa berjiwa seni tinggi. Di bawah arahan langsung Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan, Ns. Lussyefrida Yanti, S.Kep., M.Kep., para mahasiswa dibimbing untuk menampilkan pertunjukan seni yang berkelas dan menghibur. Persiapan mereka tidak main-main—latihan dilakukan dengan konsisten jauh sebelum acara digelar, membangun kekompakan dan menajamkan bakat yang selama ini mungkin tersembunyi. Salah satu penampilan yang paling memukau adalah dari Lesti Aprigayanti, mahasiswa semester III yang menyanyikan lagu Zapin Melayu. Suaranya yang merdu dan pembawaan panggung yang penuh percaya diri membuat suasana gedung wisuda seketika menjadi meriah dan bersemangat. Banyak hadirin yang terpukau, bahkan menyebutnya layaknya seorang penyanyi profesional. Lesti berhasil membawa nuansa budaya ke dalam momen akademik, menciptakan harmoni antara tradisi dan pendidikan tinggi. Tak hanya Lesti, rekan-rekannya Ayu, Yunita dan Indri dari Ilmu Keperawatan juga menampilkan pertunjukan tari tradisional yang tak kalah memikat. Gerakan mereka yang luwes dan ekspresif menjadi bukti bahwa mahasiswa keperawatan tak hanya piawai dalam dunia medis, tetapi juga memiliki sensitivitas artistik yang patut diapresiasi. Penampilan ini menjadi cerminan dari pendekatan holistik yang diterapkan di Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UMBengkulu—di mana pengembangan karakter, kreativitas, dan seni menjadi bagian penting dari pembentukan calon tenaga kesehatan masa depan. Melalui arahan penuh dedikasi dari Kaprodi, mahasiswa tidak hanya lulus sebagai perawat, tetapi juga sebagai pribadi yang berdaya saing, berbudaya, dan mampu memberi warna di berbagai panggung kehidupan. Acara yudisium dan wisuda kali ini bukan hanya seremoni perpisahan, tetapi juga panggung apresiasi atas potensi mahasiswa yang luar biasa. FIKES UMBengkulu membuktikan bahwa di balik jas putih, ada semangat seni yang tak pernah padam.