Siaga di Balik Kelancaran PKKMB: Timkes FIKES UMB Kawal Kesehatan Mahasiswa Baru

Bengkulu — Menyambut kedatangan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (FIKES UMB) turut mengambil peran dalam memastikan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) berjalan aman dan lancar. Pada 5 September 2026, Tim Kesehatan (Timkes) FIKES diterjunkan untuk siaga mengawal kondisi kesehatan para peserta selama kegiatan berlangsung. Timkes yang melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan dan mahasiswa Profesi Ners hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan awal bagi mahasiswa baru yang mengalami keluhan kesehatan atau kondisi kurang fit selama kegiatan. Dengan didampingi dan dipantau oleh dosen Keperawatan, mahasiswa Timkes memberikan berbagai layanan sesuai kebutuhan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah dan tanda-tanda vital, teknik relaksasi napas dalam, massage sederhana, penanganan awal keluhan lambung, hingga pemberian obat generik apabila diperlukan. Tim juga disiagakan untuk menangani kondisi tertentu, termasuk membantu mahasiswa yang mengalami keluhan asma dan kebutuhan kesehatan lainnya. Dalam kondisi yang memerlukan tindakan lebih lanjut, Timkes juga siap memberikan penanganan awal sesuai kompetensi dan prosedur yang berlaku. Kegiatan ini turut didampingi oleh Kaprodi Ilmu Keperawatan, Lussyefrida Yanti, Ns., M.Kep, yang memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan dan kerja keras mahasiswa dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari Timkes. “Kegiatan ini bukan hanya tentang memberikan pertolongan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar hadir, peduli, dan bertanggung jawab. Inilah salah satu bentuk nyata bagaimana mereka mulai menjalankan peran sebagai calon perawat masa depan,” ujar Lussyefrida Yanti. Kehadiran Timkes FIKES menjadi bukti bahwa semangat keperawatan tidak hanya dipelajari di ruang kelas. Di tengah hiruk-pikuk penyambutan mahasiswa baru, mahasiswa Keperawatan dan Profesi Ners belajar untuk hadir ketika dibutuhkan—siaga, peduli, dan siap memberikan pelayanan. Melalui pengalaman ini, FIKES UMB terus mendorong mahasiswa untuk mengasah keterampilan klinis sekaligus membangun karakter profesional, sehingga kelak mampu menjadi perawat yang kompeten, responsif, dan humanis.
Jejak Perdana Ilmu Keperawatan UMB di Panggung Internasional, Muhammad Tolip Gilang Berangkat ke Asia University

Bengkulu — Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kembali menorehkan langkah positif dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui program student exchange. Muhammad Tolip Gilang, mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, terpilih untuk mengikuti program International Student Mobility di Asia University, Taiwan, yang akan berlangsung pada September 2026 hingga Januari 2027. Keberangkatan Muhammad Tolip Gilang menjadi momentum istimewa bagi Program Studi Ilmu Keperawatan karena merupakan program mobility internasional pertama yang diikuti oleh mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan UMB. Capaian ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Prodi Ilmu Keperawatan untuk semakin membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik, budaya, dan lingkungan pembelajaran di tingkat internasional. Pelepasan mahasiswa peserta program student exchange tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Tolip Gilang secara resmi dilepas oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu beserta jajaran pimpinan universitas, sebagai bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap keberanian dan prestasi mahasiswa dalam mengambil kesempatan belajar di tingkat global. Pelepasan kemudian dilanjutkan bersama Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan beserta jajaran dan tim UMB Global Engagement (UGE). Momen tersebut menjadi simbol dukungan institusional UMB terhadap pengembangan kapasitas mahasiswa melalui pengalaman akademik lintas negara. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Eva Oktavidiati, M.Si menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Keikutsertaan mahasiswa Ilmu Keperawatan dalam program student exchange internasional dinilai sebagai pencapaian yang membanggakan sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa UMB memiliki potensi untuk berkompetisi dan berkembang dalam lingkungan pendidikan global. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan, Ns. Lussyefrida Yanti, M.Kep. Program mobility ini diharapkan menjadi langkah awal bagi semakin banyak mahasiswa Ilmu Keperawatan untuk berani mengambil peluang internasional, memperluas wawasan keilmuan, membangun jejaring global, serta memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga pada kemampuan adaptasi, komunikasi lintas budaya, dan kemandirian. “Keberangkatan ini bukan hanya tentang satu mahasiswa yang belajar di luar negeri, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan internasionalisasi Program Studi Ilmu Keperawatan. Kami berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani bermimpi, mengambil peluang, dan membawa nama baik UMB di tingkat internasional,” demikian semangat yang mengiringi keberangkatan mahasiswa tersebut. Capaian ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dan kerja kolaboratif UMB Global Engagement (UGE) yang secara aktif mendorong penguatan jejaring internasional dan membuka berbagai peluang mobilitas bagi mahasiswa UMB. Di bawah kepemimpinan Direktur UMB Global Engagement, Dr. Andi Azhar, serta peran dosen Prodi Ilmu Keperawatan yang ikut tergabung dalam UGE, Ns. Bertha Tesma Wulandari, M.Kep, UGE terus memainkan peran strategis dalam memfasilitasi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik internasional melalui berbagai program kerja sama dan student mobility, terutama untuk Fakultas Ilmu Kesehatan. Program student exchange ke Asia University diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi Muhammad Tolip Gilang, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan pribadi. Selama mengikuti program, ia akan berkesempatan mengenal sistem pendidikan dan pembelajaran di lingkungan internasional, berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang, serta memperluas perspektif mengenai praktik dan perkembangan ilmu keperawatan di tingkat global. Lebih dari sekadar mobilitas akademik, keberangkatan ini menjadi bagian dari upaya UMB dalam membentuk mahasiswa yang berwawasan global, adaptif, berdaya saing, dan mampu menjadi representasi institusi di dunia internasional. Bagi Program Studi Ilmu Keperawatan, keberangkatan Muhammad Tolip Gilang menjadi sebuah milestone yang patut dibanggakan. Langkah pertama ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi lahirnya lebih banyak program mobilitas internasional, kerja sama akademik lintas negara, serta kesempatan bagi mahasiswa Ilmu Keperawatan UMB untuk belajar dan berkembang di panggung global. Dengan semangat “From UMB to the World”, Muhammad Tolip Gilang membawa nama Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan Program Studi Ilmu Keperawatan untuk hadir dalam ruang akademik internasional. Keberangkatannya bukan sekadar perjalanan seorang mahasiswa, melainkan sebuah langkah kecil yang membawa harapan besar bagi masa depan internasionalisasi pendidikan keperawatan di UMB.