Bengkulu – Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMBengkulu), Dr. Susiyanto, M.Si merilis pernyataan resmi yang penuh empati terhadap kondisi Indonesia saat ini. Bangsa tengah berada dalam suasana duka, diwarnai dengan berbagai dinamika sosial dan politik, termasuk demonstrasi besar-besaran ke gedung DPR RI dan DPRD yang terjadi di sejumlah wilayah. Dalam pernyataan tersebut, Rektor UMBengkulu mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga situasi agar tetap kondusif dan tidak terjerumus dalam tindakan anarkis.
Rektor menekankan bahwa suara rakyat adalah bagian dari demokrasi yang harus dihargai, namun aspirasi sebaiknya disampaikan dengan cara yang damai, beretika, serta tetap menjunjung tinggi solidaritas. Menurutnya, mahasiswa dan generasi muda Indonesia memiliki peran penting sebagai agen perubahan, sehingga mereka harus mampu menunjukkan teladan dengan mengedepankan sikap kritis, namun tetap santun dan bijaksana.
Lebih lanjut, pernyataan resmi tersebut juga ditujukan kepada aparat penegak hukum agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, penuh kehati-hatian, serta tetap mengutamakan prinsip kemanusiaan. Pendekatan persuasif dinilai lebih tepat untuk meredam potensi gesekan di lapangan. Hal ini menjadi kunci agar dinamika sosial yang tengah berlangsung tidak menimbulkan luka baru bagi bangsa.
Di akhir pernyataannya, Rektor UMBengkulu mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu, saling menguatkan, serta menjaga kedamaian di tengah perbedaan. “Mari kita bersama-sama menjadikan momentum ini sebagai pembelajaran untuk memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan persatuan bangsa. Aspirasi boleh disuarakan, tetapi persatuan harus tetap dijaga,” ujarnya.