UMB Gelar Kuliah Umum Bersama Menteri Haji dan Umrah RI Bahas Integrasi Nalar Kritis dan Spiritualitas

Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melaksanakan kegiatan Kuliah Umum bersama Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. Dahnil Azhar Simanjuntak, S.E., M.E., pada Jumat, 12 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula HD Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan dihadiri oleh seluruh civitas akademika UMB. Kuliah umum ini merupakan bagian dari kunjungan resmi Menteri Haji dan Umrah RI ke Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dahnil menyampaikan materi dengan tema “Keilmuan Berlandaskan Nilai: Integrasi Nalar Kritis dan Spiritualitas”. Tema ini menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan nilai-nilai spiritual dalam proses pendidikan tinggi. Dalam pemaparannya, Dr. Dahnil Azhar Simanjuntak menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan fondasi nilai yang kuat. “Nalar kritis itu penting, tetapi ia harus berjalan beriringan dengan spiritualitas yang kuat. Ilmu tanpa nilai dapat kehilangan arah. Generasi muda harus mampu mengintegrasikan keduanya sebagai modal membangun peradaban,” ujar Dr. Dahnil di hadapan para peserta kuliah umum. Beliau juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi insan akademik yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan moral, etika, dan spiritual sebagai bekal menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter. Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia turut memberikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Bengkulu atas komitmennya dalam menghadirkan aktivitas akademik yang bermutu dan berorientasi pada penguatan karakter mahasiswa. Ia menilai kegiatan kuliah umum seperti ini sangat penting sebagai ruang dialog dan refleksi bagi sivitas akademika. Kegiatan kuliah umum ini berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya perhatian serta partisipasi civitas akademika selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Bengkulu kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengintegrasikan keilmuan, nilai, dan spiritualitas dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
Program Studi Keperawatan UMBengkulu Perkuat Mutu Akreditasi melalui Pelatihan Pasien Standar di Yogyakarta

Kepala Program Studi (Kaprodi) Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMBengkulu), Ns. Lussyefridayanti, M.Kep., mengikuti Workshop Pelatihan Pasien Standar (Standardized Patient Training) yang diselenggarakan oleh ACT-Center Yogyakarta pada 3–4 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Luxury Malioboro, Yogyakarta, dan diikuti oleh para pendidik serta pengelola program studi kesehatan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi institusi pendidikan kesehatan dalam menyiapkan pelatih pasien simulasi atau pasien standar sebagai bagian penting dalam pembelajaran klinik berbasis kompetensi. Secara khusus, pelatihan ini dirancang untuk mendukung Akreditasi Kualitatif 8 Kriteria Tahun 2025, yang menekankan pada mutu proses pembelajaran, asesmen keterampilan klinik, serta pencapaian capaian pembelajaran lulusan secara komprehensif. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai konsep dan peran Standardized Patient (SP) dalam pendidikan keperawatan, mulai dari perencanaan skenario kasus, teknik pemeranan pasien, standar penilaian objektif, hingga strategi integrasi pasien standar dalam kegiatan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan pembelajaran praktik klinik. Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya validitas dan reliabilitas asesmen sebagai indikator mutu akademik dan profesionalisme lulusan. Ns. Lussyefridayanti, M.Kep., menyampaikan bahwa keikutsertaan Kaprodi Keperawatan UMBengkulu dalam workshop ini merupakan bagian dari komitmen program studi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola akademik. “Pelatihan pasien standar ini sangat strategis dalam mendukung pembelajaran klinik yang lebih realistis, terstruktur, dan terukur. Hal ini sejalan dengan tuntutan akreditasi kualitatif yang tidak hanya menilai dokumen, tetapi juga kualitas proses dan luaran pembelajaran,” ujarnya. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa hasil dari workshop ini akan menjadi dasar pengembangan sistem pelatihan pasien standar di lingkungan Program Studi Keperawatan UMBengkulu. Implementasi pasien simulasi diharapkan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik, pengambilan keputusan klinik, serta profesionalisme mahasiswa keperawatan sebelum terjun langsung ke lahan praktik. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu menunjukkan keseriusannya dalam menjawab tantangan pendidikan keperawatan di era transformasi mutu pendidikan tinggi kesehatan. Ke depan, penguatan pembelajaran berbasis simulasi dan pasien standar diharapkan dapat menjadi salah satu keunggulan program studi dalam menghasilkan lulusan keperawatan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Mahasiswa Keperawatan Borong Juara di AIPNEMA 5th International Student Innovation Competition 2025, Partisipasi MUNAS AIPNEMA ke-6 di Gombong

Mahasiswa Keperawatan kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang AIPNEMA 5th International Student Innovation Competition yang diselenggarakan untuk memeriahkan Musyawarah Nasional (MUNAS) AIPNEMA ke-6 Tahun 2025. Ajang bergengsi tingkat nasional dan internasional ini menjadi wadah bagi mahasiswa keperawatan untuk menampilkan inovasi, kreativitas, serta kemampuan akademik dan non-akademik di berbagai kategori lomba. Pengumuman pemenang lomba disampaikan secara resmi di Universitas Muhammadiyah Gombong, bertepatan dengan rangkaian kegiatan MUNAS AIPNEMA 2025. Dalam kompetisi ini, mahasiswa keperawatan berhasil menunjukkan performa yang luar biasa dan bersaing dengan peserta dari berbagai institusi pendidikan keperawatan di Indonesia. Prestasi membanggakan diraih oleh Talita Putricia Srinarti, mahasiswa program sarjana keperawatan, yang berhasil meraih First Place Winner Delivery of Idea Category (Speech Contest). Melalui kemampuan komunikasi yang kuat, gagasan yang inovatif, serta penyampaian yang persuasif, Talita mampu memukau dewan juri dan audiens. Selain itu, Afifah, mahasiswa sarjana keperawatan, juga berhasil meraih First Place Winner Best Applied Science Category (Essay). Karya esai yang diusung dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu keperawatan berbasis sains terapan serta relevan dengan tantangan pelayanan kesehatan masa kini. Prestasi lainnya diraih oleh Rizki Nur Indah Sari, mahasiswa sarjana keperawatan, yang memperoleh Third Place Winner Mastery of Interpretation Category (Syarhil Qur’an). Penampilan yang mengintegrasikan nilai keislaman dengan konteks keperawatan menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi spiritual dan karakter yang kuat. Keikutsertaan dan kemenangan para mahasiswa ini mendapat apresiasi langsung dari Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Dr. Eva Oktavidiati, M.Si, yang turut menghadiri MUNAS AIPNEMA ke-6 Tahun 2025 didampingi dengan Ns. Andri Kusuma Wijaya, M.Kep. Dalam kesempatan tersebut, Dekan FIKES menyampaikan rasa bangga dan penghargaan atas dedikasi, kerja keras, serta semangat berprestasi para mahasiswa keperawatan. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa keperawatan memiliki potensi besar, tidak hanya dalam bidang klinik, tetapi juga dalam inovasi, komunikasi, dan pengembangan keilmuan. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama institusi,” ungkapnya. Keberhasilan ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran mahasiswa keperawatan sebagai agen perubahan, inovator, dan calon tenaga kesehatan profesional yang kompeten, berkarakter, serta siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
Muhammadiyah 113 Tahun Bergerak Maju untuk Kesejahteraan Bangsa

Pada 18 November 2025, Muhammadiyah genap berusia 113 tahun sejak berdirinya pada tahun 1912. Memasuki usia lebih dari satu abad, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan Islam berkemajuan dengan mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” untuk Milad tahun ini. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung pesan penting. Pertama, Muhammadiyah ingin semakin memperkuat dan memperluas langkah-langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan yang dimaksud tidak hanya bertumpu pada aspek sosial-ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan rohaniah, yang menjadi fondasi utama gerakan dakwah Muhammadiyah. Kedua, Muhammadiyah senantiasa mendorong serta mendukung lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang dapat mewujudkan kesejahteraan umum sebagaimana amanat UUD 1945, sekaligus mengokohkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan sila kelima Pancasila. Semangat ini sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah sejak masa kebangkitan nasional, yaitu mewujudkan Indonesia merdeka yang berlandaskan nilai-nilai keislaman menuju terwujudnya “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur” sebuah negeri yang indah, makmur, dan berada dalam naungan kasih sayang Allah SWT. Di momen penuh syukur ini, Keluarga Besar Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu turut menyampaikan rasa bahagia dan ucapan selamat atas Milad Muhammadiyah ke-113. Prodi Keperawatan UMB berharap Muhammadiyah semakin maju, kokoh, dan istiqamah dalam memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan universal. Sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah, Prodi Keperawatan UMB menyatakan kesiapan untuk terus berkontribusi, memeriahkan, dan mengambil bagian dalam wujud syukur atas kuatnya Muhammadiyah sebagai organisasi Islam berkemajuan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Semoga keberlangsungan dakwah dan gerakan Muhammadiyah semakin diberkahi dan membawa kemaslahatan yang lebih luas.
Solid & Ceria! FIKES Warnai Kemeriahan UMB Gathering 2025

Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan kekompakan melalui penyelenggaraan UMB Gathering 2025 pada Sabtu, 8 November 2025, bertempat di New Jenggalu, Kota Bengkulu. Kegiatan ini digelar sebagai wujud syukur dan sukacita atas perjalanan bersama seluruh civitas akademika dalam meraih predikat Unggul serta komitmen UMB untuk terus tumbuh menjadi kampus yang berdaya saing tinggi. Acara dimulai dengan senam bersama yang diikuti oleh seluruh civitas akademika dari berbagai fakultas dan program studi. Gerakan energik dan suasana hangat antar-peserta menciptakan atmosfer penuh semangat, ceria, dan kebersamaan. Tidak hanya itu, berbagai perlombaan dan kegiatan menarik turut digelar, menambah antusiasme seluruh peserta sekaligus memperkuat solidaritas antarunit di lingkungan kampus. Partisipasi luar biasa datang dari Keluarga Besar Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), khususnya Tim Prodi Keperawatan UMB, yang hadir dengan penuh energi dan kekompakan. Mereka tidak hanya memeriahkan jalannya kegiatan, tetapi juga turut mengikuti berbagai lomba dan berhasil memborong hadiah, menunjukkan semangat sportivitas dan kebersamaan yang patut diapresiasi. Terselenggaranya UMB Gathering 2025 ini diharapkan dapat mempererat hubungan seluruh civitas akademika, meningkatkan semangat kolaborasi, serta memperkuat komitmen bersama untuk menjaga dan meningkatkan kualitas Universitas Muhammadiyah Bengkulu sebagai kampus unggul, solid, dan berdaya saing tinggi.
Bangga! Prodi Ilmu Keperawatan UMB Luluskan Tenaga Kesehatan Profesional Baru

Bengkulu, Kamis, 16 Oktober 2025 – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu kembali mengukir momen membanggakan melalui pelaksanaan Yudisium Periode Oktober 2025. Acara ini menjadi tonggak penting bagi 100 orang lulusan yang telah berhasil menyelesaikan studi mereka di lingkungan fakultas, termasuk dari Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Pada kesempatan ini, Program Studi Ners meluluskan sebanyak 14 orang sarjana Keperawatan dan mengangkat sumpah 13 orang lulusan Ners yang siap mengabdi sebagai tenaga kesehatan profesional. Prosesi sumpah ini bukan sekadar simbol kelulusan, tetapi juga bentuk komitmen moral dan etika dalam menjalankan profesi keperawatan di tengah masyarakat. Yang membanggakan, Mahasiswi atas nama Monica Agustin berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93, disertai dengan predikat Pujian (Cumlaude). Pencapaian ini menjadi bukti dedikasi, kerja keras, serta kualitas akademik unggul yang dimiliki oleh lulusan Program Studi Ilmu Keperawatan UMB. Yudisium kali ini juga diwarnai dengan nuansa haru dan syukur, mengingat perjuangan panjang para mahasiswa melewati masa studi, praktik klinik, serta berbagai tantangan akademik dan non-akademik. Rangkaian acara berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, staf, serta para keluarga lulusan yang turut memberikan dukungan dan doa restu. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMB, Dr. Eva Oktavidiati, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan dan berharap agar para alumni dapat menjadi tenaga keperawatan yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga berjiwa humanis dan islami sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dengan kelulusan ini, Prodi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berkualitas yang siap bersaing di dunia kerja, serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Selamat dan sukses untuk seluruh lulusan! Semoga ilmu yang didapat menjadi berkah dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dekan FIKES Hadiri Mini Lecture Pendidikan Kesehatan di KBRI Manila

Manila, 3 Oktober 2025 – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) turut berpartisipasi dalam kegiatan Mini Lecture: Philippines–Indonesia Health Education yang berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila, Filipina. Acara ini terselenggara atas kolaborasi antara Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Far Eastern University – Nicanor Reyes Medical Foundation, University of Perpetual Help System Dalta, serta Medical College of the Northern Philippines. Kegiatan diawali dengan opening remarks oleh Prof. Nina Yulianti, S.P., M.Si., Ph.D., selaku Education and Culture Attache Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kerja sama regional dalam bidang pendidikan dan kesehatan, khususnya antara Indonesia dan Filipina, untuk menjawab tantangan global di era pascapandemi. Sejumlah narasumber terkemuka hadir dalam forum akademik ini, di antaranya: Dekan FIKES hadir dan aktif mengikuti sesi diskusi yang berfokus pada penguatan pendidikan kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta peluang kolaborasi riset antara Indonesia dan Filipina. Forum ini juga menjadi sarana pertukaran gagasan mengenai inovasi pembelajaran keperawatan, pengembangan kurikulum, serta strategi menghadapi isu-isu kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih erat antar institusi pendidikan kesehatan di kedua negara, sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional yang mendukung peningkatan kualitas SDM kesehatan di Indonesia.
FIKES UMBengkulu Gandeng St. Paul University untuk Kolaborasi Global: Teken MoA bersama AINEC-ADPCN di Manila

Manila, Filipina, 3 Oktober 2025Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMBengkulu) kembali menorehkan langkah strategis di kancah internasional. Melalui kegiatan Memorandum of Agreement (MoA) Signing Ceremony yang dijembatani oleh AIPNI/AINEC (The Association of Indonesian Nurse Education Center) Indonesia dan ADPCN (Association of Deans of Philippines College of Nursing), FIKES UMBengkulu resmi menandatangani kerjasama dengan College of Nursing, St. Paul University, Manila. Acara yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2025 di Manila, Filipina ini diikuti oleh 21 institusi pendidikan tinggi Indonesia, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). FIKES UMBengkulu diwakili langsung oleh Dekan, Dr. Eva Oktavidiati, M.Si, yang turut hadir dalam forum internasional tersebut. Penandatanganan MoA ini menjadi tonggak penting bagi Program Studi Keperawatan UMBengkulu. Dengan adanya kolaborasi bersama St. Paul University Manila, terbuka peluang untuk mengembangkan program akademik, riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga penguatan kurikulum berbasis global. “Kerjasama ini adalah langkah maju untuk membawa FIKES UMBengkulu lebih dekat pada jejaring internasional, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan institusi. Kami ingin memastikan bahwa lulusan Keperawatan UMBengkulu memiliki daya saing global,” ujar Dr. Eva Oktavidiati. Selain mempererat hubungan antara Indonesia dan Filipina di bidang pendidikan keperawatan, kegiatan ini juga mempertegas komitmen UMBengkulu dalam mendukung visi internasionalisasi pendidikan tinggi. Dengan penandatanganan MoA ini, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan UMBengkulu semakin optimis dapat menjadi salah satu institusi pendidikan keperawatan yang mampu menjawab tantangan global di bidang kesehatan.
Baitul Arqam Mahasiswa Baru UM Bengkulu 2025: Meneguhkan Kader Intelektual Berakhlak dan Berkemajuan

Bengkulu – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melalui Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LP2I) kembali menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Kegiatan pengkaderan dasar Persyarikatan ini berlangsung mulai 20 September hingga 14 Oktober 2025 dengan mengusung tema “Membentuk Kader Muhammadiyah yang Kokoh dalam Aqidah dan Berakhlak Mulia sebagai Pelopor Kebaikan yang Berkemajuan.” Baitul Arqam kali ini diikuti oleh 1.452 mahasiswa baru dari tujuh fakultas di lingkungan UMB. Para peserta dibagi ke dalam tujuh gelombang pelaksanaan agar proses pembinaan berjalan lebih fokus, tertib, dan menyeluruh. Rinciannya antara lain: FAI & FISIP (195 peserta), FEBI (239), Fakultas Hukum (237), FIKES (182), FPP (128), FKIP (214), dan Fakultas Teknik (257). Ketua LP2I, Dr. Amrullah, M.Ag., menjelaskan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar agenda rutin, melainkan media strategis untuk membentuk identitas mahasiswa UMB sebagai kader intelektual Muhammadiyah yang berakhlak, berpemikiran maju, serta siap berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan persyarikatan. “Melalui Baitul Arqam, mahasiswa baru diarahkan agar memahami nilai-nilai persyarikatan, memperkuat literasi keislaman, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, dan membangun budaya akademik yang sehat,” ujarnya. Materi utama yang disampaikan selama perkaderan mencakup Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, kepemimpinan, disiplin belajar, literasi, budaya akademik, serta keorganisasian. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan karakter Islami, menjunjung etika, serta mengembangkan potensi akademik dan organisasi secara seimbang. Ketua panitia Baitul Arqam juga menekankan pentingnya setiap peserta menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi juga mewarnai perkuliahan, aktivitas organisasi, serta karya-karya inovatif mahasiswa UMB. Dengan terselenggaranya Baitul Arqam 2025, UM Bengkulu meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi muda Muhammadiyah yang berintegritas, unggul, dan siap menjadi pelopor kebaikan bagi masyarakat luas.
Wamen Diktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd Kunjungi UM Bengkulu, Dorong Penguatan Kampus Berdampak

Bengkulu – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisainstek) Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., melakukan kunjungan silaturahim ke Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) pada Jumat, 19 September 2025. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat komunikasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, sekaligus mendorong akselerasi transformasi pendidikan tinggi di tanah air. Dalam arahannya, Prof. Fauzan menggarisbawahi program “Kampus Berdampak” yang tengah digalakkan Kemendiktisainstek. Menurutnya, kampus tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian indikator akademik semata seperti publikasi, peringkat global, maupun capaian lulusan. Lebih dari itu, kampus dituntut mampu menghadirkan perubahan nyata dan mentransformasi kehidupan masyarakat. “Kampus berdampak adalah kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan, publikasi, atau ranking global, tetapi juga kampus yang mampu mentransformasi kehidupan masyarakat,” tegas Prof. Fauzan. Wamen juga mengapresiasi capaian UM Bengkulu yang berhasil meraih predikat Unggul. Pencapaian ini dinilai sebagai bukti komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas tata kelola, layanan akademik, serta pengembangan sumber daya manusia. Lebih lanjut, Prof. Fauzan menekankan pentingnya UM Bengkulu untuk menatap agenda penguatan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yang mencakup: Kunjungan silaturahim ini diharapkan semakin menguatkan langkah UM Bengkulu dalam mengimplementasikan visi besar menjadi kampus yang tidak hanya unggul di ranah akademik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah.