Program Studi Keperawatan UMBengkulu Perkuat Mutu Akreditasi melalui Pelatihan Pasien Standar di Yogyakarta

Kepala Program Studi (Kaprodi) Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMBengkulu), Ns. Lussyefridayanti, M.Kep., mengikuti Workshop Pelatihan Pasien Standar (Standardized Patient Training) yang diselenggarakan oleh ACT-Center Yogyakarta pada 3–4 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Luxury Malioboro, Yogyakarta, dan diikuti oleh para pendidik serta pengelola program studi kesehatan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi institusi pendidikan kesehatan dalam menyiapkan pelatih pasien simulasi atau pasien standar sebagai bagian penting dalam pembelajaran klinik berbasis kompetensi. Secara khusus, pelatihan ini dirancang untuk mendukung Akreditasi Kualitatif 8 Kriteria Tahun 2025, yang menekankan pada mutu proses pembelajaran, asesmen keterampilan klinik, serta pencapaian capaian pembelajaran lulusan secara komprehensif.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai konsep dan peran Standardized Patient (SP) dalam pendidikan keperawatan, mulai dari perencanaan skenario kasus, teknik pemeranan pasien, standar penilaian objektif, hingga strategi integrasi pasien standar dalam kegiatan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan pembelajaran praktik klinik. Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya validitas dan reliabilitas asesmen sebagai indikator mutu akademik dan profesionalisme lulusan.

Ns. Lussyefridayanti, M.Kep., menyampaikan bahwa keikutsertaan Kaprodi Keperawatan UMBengkulu dalam workshop ini merupakan bagian dari komitmen program studi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola akademik. “Pelatihan pasien standar ini sangat strategis dalam mendukung pembelajaran klinik yang lebih realistis, terstruktur, dan terukur. Hal ini sejalan dengan tuntutan akreditasi kualitatif yang tidak hanya menilai dokumen, tetapi juga kualitas proses dan luaran pembelajaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa hasil dari workshop ini akan menjadi dasar pengembangan sistem pelatihan pasien standar di lingkungan Program Studi Keperawatan UMBengkulu. Implementasi pasien simulasi diharapkan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik, pengambilan keputusan klinik, serta profesionalisme mahasiswa keperawatan sebelum terjun langsung ke lahan praktik.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu menunjukkan keseriusannya dalam menjawab tantangan pendidikan keperawatan di era transformasi mutu pendidikan tinggi kesehatan. Ke depan, penguatan pembelajaran berbasis simulasi dan pasien standar diharapkan dapat menjadi salah satu keunggulan program studi dalam menghasilkan lulusan keperawatan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Lihat Berita Lainnya