Bengkulu, 23–27 September 2026 — Program Studi Ilmu Keperawatan dan Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) pada 23–27 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses akreditasi sekaligus momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat mutu penyelenggaraan pendidikan keperawatan di UMB. Asesmen menghadirkan tiga asesor LAM-PTKes, yaitu Ns. Moch. Aspihan, M.Kep., Sp.Kep.Kom. dari Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D dari Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Tuti Fahria, S.Kp., M.Kes., Ph.D dari Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan pada 23 September, kemudian dilanjutkan pada 24 September dengan presentasi dan diskusi bersama UPPS, pengelola program studi, dosen, dan penanggung jawab masing-masing kriteria. Para dosen dan tim akreditasi telah melakukan persiapan secara maksimal, khususnya dalam menyiapkan dokumen dan eviden pada setiap PJ Kriteria. Persiapan tersebut telah dilakukan secara intensif selama kurang lebih enam bulan sebelum asesmen lapangan, melalui koordinasi, penyusunan dokumen, pemenuhan eviden, evaluasi, hingga berbagai proses perbaikan untuk memastikan kesiapan program studi.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMB menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan komitmen seluruh tim yang telah bersama-sama mempersiapkan proses akreditasi. Menurutnya, asesmen lapangan bukan hanya menjadi tahapan untuk memperoleh predikat akreditasi, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai capaian dan ruang pengembangan program studi. Semangat yang sama juga disampaikan oleh Kaprodi Ilmu Keperawatan, yang menegaskan bahwa seluruh dosen dan tim telah berupaya memberikan persiapan terbaik. Proses selama enam bulan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk membangun budaya mutu dan menghadirkan pendidikan keperawatan yang semakin baik bagi mahasiswa.
Selain pendalaman dokumen dan diskusi bersama pengelola serta dosen, asesor juga melakukan wawancara dengan alumni dan stakeholder/pengguna lulusan untuk memperoleh gambaran mengenai proses pendidikan, kompetensi lulusan, serta keterhubungan program studi dengan dunia kerja. Pada 25 September, asesmen dilanjutkan dengan visitasi ke berbagai wahana praktik, meliputi rumah sakit, puskesmas, panti sosial, PAUD, serta desa mitra binaan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada asesor untuk melihat secara langsung implementasi pembelajaran dan keterlibatan mahasiswa di berbagai lingkungan praktik.
Pada 26–27 September, rangkaian kegiatan memasuki tahap evaluasi dan pendalaman hasil asesmen, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hasil dan penutupan. Seluruh rangkaian tersebut menjadi momentum refleksi bagi pimpinan, dosen, pengelola program studi, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra yang telah memberikan dukungan dalam proses akreditasi.
Asesmen lapangan LAM-PTKes menjadi bagian dari ikhtiar bersama Prodi Ilmu Keperawatan dan Prodi Profesi Ners UMB untuk terus memperkuat budaya mutu dan mewujudkan pendidikan keperawatan yang berkualitas. Kerja keras selama kurang lebih enam bulan menjadi bukti bahwa pencapaian mutu merupakan proses yang dibangun bersama, bukan hanya menjelang asesmen. Dengan semangat kolaborasi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan, keluarga besar Prodi Ilmu Keperawatan dan Prodi Profesi Ners UMB terus melangkah dalam ikhtiar menuju pendidikan yang unggul, berkualitas, dan mampu melahirkan lulusan keperawatan dan calon ners masa depan yang kompeten, profesional, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.